Friday, 23 June 2017

Bingung cari hadiah untuk kekasih? kasih aja WPAP

apa itu WPAP? WPAP adalah seni asli Indonesia yang ditemukan oleh bapak Wedha Abdul Rasyid. nah WPAP itu adalah seni tabrakan warna yang tetap mengutamakn kemiripan hasil seni dengan wajah asli objek seni tersebut. nah bagi kamu kamu yang lagi bingung cari hadiah buat si doi, WPAP bisa menjadi alternatif, selain bisa dijadikan gift buat si doi. WPAP juga keren kalau dicetak dikaos. selain itu WPAP juga bagus sebagai pemanis ruangan dan ditempel di dinding?
tertarik? yuk hubungi admin untuk order WPAP dan segala jenis design grafis lainnya




Wednesday, 24 May 2017

Bangsa yang mudah dipecah-belah



                Kalau dipikir-pikir, bangsa kita sudah lama merdeka, 71 bahkan hampir 72 tahun kita hidup merdeka, hidup dibawah kedaulatan kita sendiri. Tapi apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini? Bukannya kita sebenarnya (atau seharusnya) lebih baik daripada pendahulu kita?
                Mari kita berpikir bersama, apa yang kita lakukan sekarang adalah hasil dari pendahulu kita, hasil perjuangan keras sampai titik darah penghabisan. Tapi kenapa ummat sekarang ini dapat dengan mudah dipecah belah dengan isu yang sepele.
Benar, memang lebih sulit mempertahankan daripada meraih. Lebih sulit mempertahankan kesatuan dan kebinekaan yang dahulu kala menjadi senjata kita untuk merdeka. Maka relevanlah ucapan proklamator kita, “aku beruntung karena hidup melawan penjajah, tapi generasiku akan melawan musuh yang lebih tangguh yakni bangsa mereka sendiri”. Sungguh ironi dimana sekarang kita dapat melihat orang-oprang dengan mudah diadu domba.
                Seorang filsuf Jerman pernah berucap “jika egnkau ingin mengadu domba suatu golongan maka gunakanlah agama” sungguh realita yang terjadi memang menunjukkan hal tersebut. Sejak beberpa bulan yang lalu negeri kita larut dalam kekacauan soal agama. Masalah penistaan yang walupun kini sudah jatuh vonis masih menuai konflik. Lalu apa yang terjadi?
                Islam yang kita anaut sekarang adalah islam yang sama dengan para pendahulu, begitu juga agama yang lain. Apa yang kita anut sekarang tidaklah jauh berbeda dengan yang dianut pendahulu kita, hanya ada sedikit penyesuaian  melalui beberapa musyawarah yang penuh perhitungan. Dan penulis pun yakin, setiap agama, setiap keyakinan tidak menganjurkan para jamaahnya menuai kekacauan. Seluruh agama dan keyakinan mengajarkan betapa indahnya kedamaian dan toleransi. Tapi kenapa kita masih mudah dipecah-belah? Baiklah berikut beberapa hal yang penulis rasa menjadi latar belakang tersebut.
                Pertama adalah benyaknya masyarakat yang sekedar ikut-ikut tanpa memahami konteks masalah secara mendalam sehingga tidak tahu duduk perkara secara jelas. Giliran dimintai pertanggung jawaban mereka sembunyi tangan. Hal ini berkaitan dengan budaya masyarakat yang kurang kritis, cenderung menerima dan tidak mentelaah lebih dalam.
                Kedua adalah berita simpang siur yang dengan mudah kita temukan, semakin terhubungnya manusia membuat arus informasi semakin mudah. Orang dengan bebas menyampaikan suaranya, tapi sayang kebebasan ini digunakan oleh segelintir orang untuk menyebar kebencian. Sebut saja hate speech, HOAX, serta social bullying. Ketiga hal tersebut dapat dengan mudah ditemui di media sosial. Maka yang harus kita lakukan adalah membiasakan diri menjadi kritis, tidak mudah bereaksi terhadap sentimen-sentimen yang bersifat mudah memicu pertikaian. Selain itu sebagai pengguna media sosial kita juga harus bijak menggunakan sosial media kita demi kebaikan. Budayakanlah membaca sebelum menshare, dan sisihkanlah waktu untuk  bersosialisasi didunia nyata. Selain untuk menjaga silaturahmi juga sebagai sarana penyebar kebaikan sekaligus agar kita tidak gugup saat berhadapan dengan orang lain.
                Jadi para pembaca yang budiman, semoga ulasan ini sedikit banyak bermanfaat dan dapat berbuah baik kedepannya. Mari mulailah dari diri kita para pembaca sekalian, karena saya yakin dengan membaca tulisan ini kalian telah berusaha menjadi kritis dengan menimang isi tulisan ini. Semoga bermanfaat dan selamat beraktivitas. Netizen

TIPS Menuli ala Habiburrahman El-Zirazhi



                Hari minggu (21/05) kang Abik, sapaan akrab Habiburrahman El-Zirazhi berkunjung ke pondok pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo sebagai pengisi acara bedah buku “Api Tauhid”. Dan penulis sempat bersua dan juga berfoto bersama kang Abik (foto di akhir postingan). Nah dalam tulisan ini penulis akan membagikan beberapa tips dan saran kang Abik bagi patra penulis.
                Kang Abik memulai acara dengan perkenalan lalu membahas akan pentingnya sebuah ide. Beliau menuturkan bahwa sebuah novel bestseller berawal dari sebuah letupan ide yang teramat kecil. Oleh karena itu jangan remehkan ide sekecil apapun. Nah ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis pemula. Saat penulis mendapat ide mereka lalngsung menuliskannya kedalam sebuah naskah, oleh karena itu sering kita temui penulis yang kemudian bingung ditengah karangannya. Penulis jadi stuck, dan tak ada ide sebagai lanjutan cerita. Jadi himbauan kang Abik adalah, supaya kita mendokumentasikan setiap ide yang terlintas.
                Nah setelah didokumentasikan lalu apa? Ide yang sudah didokumentasikan lalu dimatangakan dengan cara bertanya dan dijawab, bisa kepada diri sendiri, kepada orang lain, ataupun melalui forum. Dengan bertanya ide kita akang matang dan dengan sendirinya akan tercipta kerangngka cerita yang menarik.
                Beranjak kepada plot, agar menciptakan sebuah cerita menarik buat cerita dari sudut yang tidak biasa. Tapi ingat cerita kita harus logis, walupun kita membuat cerita fiktif setidaknya harus ada alasan yang membuat cerita kita menjadi logis. Sebagus apapun cerita kita jika kita bilang menara Eifel ada di Jakarta pembaca akan menjadi bingung dan enggan membaca tulisan kita.
                Nah, maksud dari sudut yang tidak biasa itu adalah, anggap saja ada seorang mahasiswa Indonesia mendapat beasiswa studi ke Cairo lalu jatuh cinta kepada mahasiswi Indonesia yang juga dapat beasiswa ke Cairo. Hal itu sudah lumrah dan sering terjadi. Tapi jika kita membuat cerita tentang mahasiswa Indonesia yang kemudian menikahi putri kerajaan Bahrain, nah disitulah ada  sudut pandang yang berbeda. And that’s the story. Kang Abik berpesan, buatlah sesuatu yang waw, tapi harus tetap logis dan dapat dicerna akal. Anggapannya batu, kenapa mereka tidak berharga? Karena mereka banyak, sedangkan kenapa berlian mahal karena mereka sedikit.
                Lalu yang terakhir, sebagai penulis kita harus peka. Kita harus tanggap akan keadaan sekitar. Kebanyakan novel bestseller sukses karena ceritanya mengena dan benar-benar mencerminkan kehidupan nyata. Oleh karena itu sudut pandang yang berbeda dan kerangka yang logis jika diolah dan dimatangkan akan menjadi sebuah cerita yang seru dan terancam bestseller Hehehehhe :D
                Lalu, diakhir acara ada asalah satu santriwati yang mengajukan pertanyaan seperti ini “dalam menulis perlu ilmu apa?” dengan lugas kang Abik pun menuturkan. Dalam menulis tak perlu ilmu. Karena menulis adalah keterampilan, dan keterampilan butuh latihan. Butuh jam terbang. Semakin sering ita menulis, semakin bagus lah tulisan kita. Imbangi juga kegiatan menulis kita dengan membaca. Lalu menulis itu tak butuh ilmu sama sekali? Tidak seluruhnya tanpa ilmu. Kita bisa belajar sambil berproses, kerennya learning by doing. Jadi kita harus terbuka terhadap kritik serta masukan. Jadilah legowo dan menerima kritik selama hal tersebut membangun dan bersifat positif.
                Janganlah terlalu mempermasalahkan dialektika penulisan, gaya bahasa. Jika kita hanya berkutat dengan hal tersebut maka tak akan selesai itu tulisan, kita malah hanya berkutat dengan gaya dan kaidah kebahasaan. Menulislah, selesaikan lalu perbaiki. Kira-kira bagian mana yang perlu perbaikan. Bagian mana tyang klise, bagian mana yang jelek dan seterusnya. Intinya harus ada konsistensi, karena konsistensi akan berkata lain. Tomas AlVa Edison penah berkata yang arti nya, apa yang telah saya dapatkan adalah 1% bakat dan 99% keringat. Jadi konsistensi akan menjadi sebuah pembeda.
                Dan bagi segenap penulis yang sudah sering menulis dan mencoba mengirimkannya ke media  massa tapi masih ditolak, bersabarlah. Penulis sendiri pernah mengalami hal yang sama. Tulisan pertama penulis yang dimuat di media massa adalah percobaan penulis yang kedelapan. Tulisan itupun telah 3 kali penulis koreksi kepada guru bahasa Indonesia di sekolah penulis, tapi saat tulisan tersebut terbit sungguh hati menjadi senang ehhehehehe :D.
                Sekian tulisan kali ini, saran masukan terbuka lebar bagi segenap pembaca. Silakan tinggalkan jejak di kolom komenatar atau hubungi penulis secara langsung untuk diskusi lebih jauh. Sekian. Selamat beraktivitas.                               
Penulis bersama Habiburrahman el-Zirazhi

Friday, 21 April 2017

Artwork 2017

New Logo for 2017

Dyela Nur Fiandita
yuk yang mau order silakan chat mesra admin

Sunday, 9 April 2017

Raline Shah in WPAP



Raline Shah adalah seorang aktris, model dan penyanyi Indonesia yang lahir di Jakarta, Indonesia pada tanggal 4 Maret 1985, yaps, Raline Shah lahir pada tahun 1985, jadi sekarang ini dirinya sudah berumur sekitar 31 tahun, sudah cukup tua, namun wajah Raline Shah masih terlihat muda dan cantik. Raline Shah lahir dari pasangan Rahmat Shah dan Roseline Rahmat, yang mana ayah dari Raline Shah ini merupakan pengusaha, diplomat, juga politisi yang mana ayah Raline Shah ini sudah sangat dikenal karena telah banyak memimpin dan membina berbagai organisasi. Raline Shah menyelesaikan belajarnya di National University of Singapore yang mana disini Raline Shah mengambil bidang Ilmu Politik.

Nama Raline Shah mulai dikenal banyak orang setelah Raline Shah ikut dan menjadi finalis Putri Indonesia 2008 yang mana di ajang ini Raline Shah
menjadi putri terfavorit. Setelah itu Raline Shah mendapatkan banyak tawaran didunia hiburan, baik itu untuk beakting ataupun untuk menjadi bintang iklan.

Ditahun 2012 yang lalu, Raline Shah muncul dalam sebuah film yang berjudul 5 cm, dalam film 5cm ini Raline Shah berperan sebagai salah satu tokoh yang bernama Riani, seperti yang kita ketahui bahwa film 5 cm ini sangatlah terkenal dan mempunyai penonton yang banyak, jadi hal ini membuat para pemainnya menjadi terkenal, termasuk Raline Shah ini. ditahun berikutnya, yaitu ditahun 2013 Raline Shah bermain dalam film yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa yang mana disini Raline Shah berperan sebagai Fatma, film ini cukup sukses dan disusul dengan 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2, dan 99 Cahaya di Langit Eropa The Final Edition. (http://seo-mo.blogspot.com/2016/12/raline-shah.html)

April art



Wednesday, 29 March 2017

Critiano Ronaldo in WPAP


pemain terbaik dunia, mantan pemain MU dan kini membela Real MAdrid, hala madrid, teruslah berkarya maestro lapangan hijau

WPAP keren sekali




sebagai penutuop bulan maret, 4 karya dengan gaya seni yang baru, WPAP karya seni asli Nusantara

Tuesday, 14 March 2017

Indonesia dan Program 10 Bali Baru



http://trevelsia.com/wp-content/uploads/2016/08/10-DESTINASI-PRIORITAS.jpg

Beberapa pekan yang lalu Indonesia kejatuhan rejeki nomplok. Kunjungan Raja Salman dan 1.500 orang rombongannya memberikan banyak efek bagi perekonmian bangsa. Khususnya bagi 2 kota yang menjadi tempat persinggahan Raja Salamna dan rombongan yakni Bali dan Jakarta.
                Perlu diakui magnet pariwisata Indonesia masih terletak di beberapa kota atau tempat wisata yang memang sudah familiar di telinga para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Disaat para pelaku usaha di Jakarta dan Bali bahagia kedatangan rejeki nomplok. Para pelaku usaha wisata lain hanya bisa geleng-geleng melihat betapa beruntungnya mereka. Jika kita cermati sebenarnya negara kta memiliki banyak sekali destinasi wisata yang sangat mempesona. Baik itu pantai, gunung maupun wahana bawah air.
                Gugusan pulau yang beragam dan keanekaragaman hayati serta suku bangsa juga merupakan suatu eksotisme yang bisa dijadikan objek wisata yang dapat membantu perekonomian masyarakat. Sayangnya ketertarikan sebagian besar turis masih terpaku kepada beberapa tempat wisata yang memang sudah mashur keindahan alamnya.
                Sebenarnya pemerintah sudah menyadari akan hal ini, oleh karena itu pemerintah sudah meluncurkan program 10 Bali baru sebagai  pendoongkrak jumlah wisatawan sehingga berpengaruh kepada perbaikan ekonomi. Kesepuluh tempat destinasi wisata tersebut adalah; Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kalayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Morotai (Maluku Utara)
                Sayangnya dalam realisasinya masih menemui banyak kendala, seperti akomodasi, transportasi, akses jalan yang masih belum memadai dan bebrapa hal yang  masih menjadi kendala. Sebenarnya, seluruh destinasi wisata tersebut bisa di go internasional kan selama pemerintah benar-benar menaruh perhatian dan konsen terhadap program ini. Karena sudah menjadi lagu lama bahwa sekian banyak proyek pemerintah yang terbengkalai karena sudah kering kerontang disedot anggarannya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebut saja kasus E-KTP yang belakangan ini menggeparkan masyarakat karena menyeret banyak nama penting dalam dunia perpolitikan tanah air.
                Jika kita cermati, di era global ini. Pemikiran masyarakat banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan yang beredar di dunia maya. Ambil contoh saat kita akan berwisata, pasti kita akan mengecek berbagai situs di internet tentang destinasi wisata yang akan kita tuju, baik itu tentang biaya akomodasi,, transportasi dan keperluan lainnya guna menunjang keperluan kita.
                Pembaca sekalian, negara kita sudah terlalu lama dijajah, terlalu lama diatur oleh negara lain. Saatnya bangkit. Semoga dengan momentum kunjungan Raja Salman ke Indonesia dengan 1.500  rombongannya serta perjanjian bilateral serta poin-poin penting perjanjian kedua negara bisa menjadi sebuah batu loncatan bagi negara kita untuk menjadi negara yang lebih baik.
                Lebih lanjutnya semoga prograam 10 Bali baru yang diprogramkan pemerintah kali ini terbebas dari berbagai praktik korupsi dan memberikan efek yang signifikan bagi masyarakat. Karena kekayaan alam negara kita terlalu indah untuk kita simpan sendiri. Negara-negara lain perlu tahu betapa indahnya negara ini oleh karena itu mari kita bersama sukseskan program pemerintah ini.
                Karena bisnis pariwisata adalah bisnis yang menguntungkan dan juga turut menyumbang devisa yang signifikan terhadap negara. Semoga dengan program 10 Bali baru ini pemerintah tidak hanya berfokus kepada pembangunan di daerah jawa tai juga daerah-daerah terpencil sehingga seluruh teritori Indonesia dapat terangkul dan bersatu menjadikan Indonesia negara yang lebih baik.

Paulo Dybala in WPAP


tertarik? chat aja kak!

Arsena players in WPAP

Walcott

Ozil
tertarik? chat aja kak!

Gareth Bale in WPAP


tertarik? chat aja kak!

Orderan bulan Maret

orderan





yuk yang mau order langsung chat

Monday, 20 February 2017

Ancaman dari bahasa yang entah apa namanya

                Bahasa merupakan kebutuhan sehari-hari selain sandang, pangan dan kandang. Setiap hari kita berkomunikasi dengan makhluk lainnya, itulah mengapa kita disebut makhluk sosial karena keberadaan kita membutuhkan keberadaan orang lain. Oleh karena itu, bahasa memiliki peranan penting dalam lancarnya aktivitas komunikasi sesama makhluk ciptaan tuhan.
                Hampir setiap hari kita berkomunikasi dengan orang lain, baik secara verbal, ucapan, bahasa tubuh, atau bahasa lainnya. Tapi ingat, kita hidup di Indonesia dan kita punya bahsa nasional yakni bahasa Indonesia yang seharusnya kita jaga kelestariannya. Selain itu juga bertabur ribuan bahasa daerah yang tersebar dipelosok negeri dari Sabang sampai Merauke
                Tak dapat dipungkiri seiring dengan kemajuan zaman bahsa kita menglami banyak sekali perubahan, terbukti dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang sudah direvisi beberapa kali menunjukkan betapa bahasa kita memiliki perkembangan yang nyata. Contoh lain adalah tranformasi ejaan  yang dolonya ditulis doelo sekang menjelma lebih mudah menjadi dulu. Kita memang harus welcome ke perubahan selma perubahan itu masih dalam koridor wajar dan bersifat positif.
                Disisi lain kemajuan zaman juga membawa efek negatif bagi bangsa ini. Seperti makin maraknya budaya asing yang dengan mudah masuk ke negara kita melalui jaringan sosial media atu media daring lainnnya.
Sungguh suatu ironi. Walupun sudah lama merdeka dan memilki infrastruktur pendukung kegiatan baca yangh memadai,nat baca di Indonesia sangatlah minim. Berdasar survey dari central connecticut university terhadap 61 negara di seluruh Indonesia Indonesia berada di posisi ke-60, atau menurut UNESCO hanya 0,001 % total penduduk Indonesia, atau kalau dikalkulasikan setiap orang Indonesia membaca rata-rata 17 lembar halaman buku dalam satu tahun.
Tidak hanya itu, bahasa negara kita yakni bahasa Indonesia sedang diserang oleh gempuran bahasa aneh yang entah apa namanya. Bahasa asli kita perlahan tergerus oleh budayaasing yang masuk secdara perlahan. Ayah menjadi abi atau daddy, ibu menjadi ummi atau mami dan masih banyak contoh lainnya.mungkin sudah lumrah kita mendengar anak kecil berucap seperti “ mami minta banana” yang maksudnya sang anak minta pisang kepada sang ibu. Hal ini dianggap lumrah terjadi kepada anak kecil karena mereka dianggap sedang berlatih berbahasa dan dengan keluguannya mereka dibiarkan begitu saja memakai bahasa yang entah apa namanya.
Jika kebiasaan itu terus berlanjut apakah bahsa Indonesia yang kita kenal kini secara perlahan akan punah digantikan oleh bahasa yang entah apa namanya itu? Penulis tidak bermaksud melarang rakyat untuk belajar bahasa asing. Tapi dalam belajar harus ada batasan yang jelasa sehingga tidak ada kerancuan yang nantinya bisa terjadi.
Oleh karena hal tersebut marilah kita mulai dari diri sendiri dengan membiasakan diri menulis dengan ejaan yang disenmpurnakan. Guru saya pun pernah berpesan,” jika kata bahasa Indonesianya masih ada janganlah pakai bahsa asing dalam tulisanmu. Ingat nak, kamu orang Indonesia bukan orang asing” maka segala sesuatu akan lebih menggema jika kita telah memulainya dari diri sendiri karena diri kita kaan menjadi panutan dan refleksi bagi mereka yang kita ajak menuju hal tersebut, karena contoh terbaik adalah diri kita sendiri.


Ads Inside Post